Kenali Manfaat, Efek Samping dan Bahaya Suntik Botox

Kenali Manfaat dan Bahaya Suntik Botox

Injeksi Botok semakin marak digunakan di dunia medis karena berbagai manfaat dan keuntungannya. Botox semakinbanyak digemari masyarakat ketika juga bermanfaat untuk kometika dan kecantikan. Tetapi dibalik berbagai manfaat suntikan botox tersebut dapat berdampak komplikasi mulai yang ringan dan menganccam jiwa. Mengingat dampak dan bahaya yang bisa terjadi maka sebaiknya pemberian injeksi Botox harus dilakukan oleh dokter ahli yang berkompeten.

Botox adalah nama dagang dari Botullinum Toxin A yaitu protein murni yang diekstraksi dari bakteri Clostridium Botullinum. Proses pemurnian protein dari bakteri ini sama dengan proses pemurnian protein pada obat antibiotika lainnya. Botox lebih tepat dikatakan obat, bukan kosmetik. Penggunaan botox untuk tujuan pengobatan disetujui FDA Amerika (Food & Drug Administration) pada tahun 1980-an. Saat itu dilaporkan botox terbukti dapat mengatasi kedutan sekitar mata.

Awalnya digunakan untuk tujuan medis, seperti memperbaiki kelainan fungsi otot, mengurangi kejang-kejang di sekitar mata serta meringankan kedutan, botox kemudian mulai lazim digunakan dalam dunia kecantikan dan kosmetik untuk menghaluskan kerutan. Dalam dunia kecantikan, botox masih sangat populer sebagai jalan pintas untuk menghilangkan kerutan, apalagi tak banyak diketahui efek samping dari suntikan toksin ini.

Botox dulu dipakai oleh para dokter syaraf untuk membantu pasien yang wajah miring supaya kelihatan seimbang kembali. Saat ini Botox dipakai luas di seluruh negara sebagai salah satu terapi terpopuler di dunia kecantikan.

Botox adalah racun hasil mikroba clostridium botulinum, yang biasanya ditemukan pada makanan kaleng yang sudah rusak. Pada dosis yang sangat rendah, botox dapat mengendurkan otot yang tegang.  Botox disuntikkan pada bagian yang berkerut sehingga otot menjadi relaks dan tidak berkontraksi. Botox juga bisa berfungsi untuk menahan otot bagian tertentu sehingga alis atau rahang menjadi lebih naik posisinya. Botox juga sering dipakai untuk mengatasi masalah keringat berlebih pada ketiak. Efek botox dapat terlihat dalam 2-3 hari setelah penyuntikan. Di Indonesia, biaya sekali suntik botox masih cukup mahal, sekitar Rp 3-4 juta.

Botox Untuk Gangguan Saraf dan Stroke

Botox, atau botulinum toxin, menghalangi sinyal syaraf yang memberitahu otot agar berkontraksi, meratakan kerut ketika digunakan di muka. Namun racun ini juga dapat membantu pasien yang lumpuh akibat luka otak, sclerosis ganda, gangguan tulang belakang atau stroke.

Seorang korban stroke yang lumpuh selama lebih dari 20 tahun di Australia dapat berjalan lagi berkat obat anti-keriput yang disebut botox. Russel McPhee (49) terpaksa menggunakan kursi roda setelah terserang stroke berat 23 tahun lalu, yang membuat dia lumpuh sehingga dokter mulanya memberitahu dia bahwa ia takkan pernah meninggalkan rumah sakit. Namun setelah disuntik botox, obat anti-penuaan yang terkenal di kalangan pesohor Hollywood, McPhee dapat berjalan berkeliling rumahnya tanpa bantuan dan dapat berjalan sampai 100 meter dengan menggunakan tongkat.

Botox Untuk Sakit kepala

Infusi tiga hari botox ke dalam pembuluh darah ini efektif menghentikan sakit kepala bagi mayoritas pasien. Klinik ini juga menawarkan pengobatan dengan menginap di rumah sakit selama empat sampai lima hari.  Beberapa cara inovatif untuk mengurangi frekuensi sakit kepala termasuk dengan penggunaan Botox, yang sudah memperlihatkan keefektifannya dalam mengurangi gangguan sakit kepala.

Botox Untuk Kosmetika

Pada April 2002, botox memperoleh persetujuan dari FDA untuk perawatan anti kerut antara alis atau biasa disebut frown lines. Botox kini sering digunakan untuk mengatasi masalah kecantikan, antara lain untuk melemaskan otot yang berkerut, menaikkan alis yang disebabkan oleh mata yang turun, mengoreksi bentuk rahang serta mengurangi produksi keringat yang terlalu berlebihan pada ketiak, tangan, dan bagian tubuh lainnya.

Botox (Botulinum Toxin) untuk merelaksasi otot wajah. Obat itu berfungsi supaya garis kerutan dari hasil ekspresi wajah yang berlebihan bisa dipudarkan dan kelihatan natural tanpa garis berarti. Terapi kecantikan ini bisa diberikan pada pasien yang sudah menampakkan garis-garis di wajah. Usia yang disarankan adalah setelah 20 tahun ke atas, bilamana garis wajah sudah mulai bermunculan. Botox bekerja dengan cara melemaskan otot wajah, tepatnya di area yang berkerut. Botox bekerja efektif pada kerut dinamis atau kerut yang tampak saat wajah Anda berekspresi (tersenyum, mengerutkan dahi, misalnya). Ekspresi wajah Anda terjadi saat otak mengirimkan sinyal ke serat otot wajah. Hasilnya, otot tersebut melakukan kontraksi sehingga menimbulkan kerutan. Jika hal ini berlangsung secara sering dan terus menerus dan didukung oleh usia yang semakin menua maka akan terjadi bekas kerutan yang cukup dalam. Akibatnya, wajah pun terlihat lebih tua.

Botox yang disuntikan pada bagian yang berkerut akan menghambat otot berkontraksi kuat sehingga kerut menghilang. Pada kasus browlift (menaikan alis) dan koreksi rahang, botox berfungsi untuk menahan otot bagian tertentu sehingga alis atau rahang menjadi lebih naik posisinya. Pada kasus keringat yang berlebih, botox berfungsi menghambat kerja acetylcholine (penyebab keluarnya keringat dari kelenjar keringat). Karena terhambat, maka keringat pun tidak keluar pada tempat tertentu.

Prosedur perawatan botox tidak memakan waktu lama namun harus dilakukan oleh dokter ahli, untuk menghindari resiko negatif dari salah injeksi dan sebagainya. Injeksi botox biasanya dilakukan dengan atau tanpa anastesi, tergantung dari kondisi setiap individu. Anastesi sendiri, digunakan untuk menghindari rasa tidak nyaman selama proses injeksi. Hasil suntikan botox akan terlihat maksimal dalam 3-7 hari setelah injeksi, selain itu Anda harus menghindari konsumsi alkohol dan aspirin.

Efek injeksi botox dapat bertahan 4 hingga 6 bulan dan secara perlahan-lahan otot akan kembali mampu berkontraksi kuat seperti semula. Anda dapat kembali menggunakan botox kapan pun Anda inginkan. Namun tidak dapat digunakan untuk mengatasi kerutan dalam atau kerut yang terlihat bahkan saat tidak berekspresi yang terjadi akibat radiasi sinar matahari. Untuk menyempurnakan hasil akhir injeksi botox agar terlihat lebih halus dan alami, Anda dapat memadukan perawatan anti aging botox dengan dermal filler Restylane. Dermal filler efektif bahkan untuk kerutan dalam yang bersifat statis. Yang dimaksud dengan kerutan statis adalah kerutan yang tampak bahkan saat Anda tidak berekspresi atau diam saja. Dermal filler akan mengisi lapisan dermis kulit sehingga kontur kulit kembali halus sekaligus meremajakan kulit

Botox Untuk Pembengkakan saluran kencing

Pembengkakan saluran kencing dengan gejala sering merasa tidak mampu menahan air kencing dalam kandung kemih, sehingga air kencing tidak bisa dikendalikan. Botox yang tadinya digunakan untuk mengencangkan wajah sehingga terlihat muda ternyata bisa digunakan di bidang urologi khususnya pembengkakan saluran kemcing.. Dalam berbagai pengobatan, botox telah terbukti efektif mengatasi gangguan ini dengan komplikasi minimal. Di Swiss, para pasien melaporkan keadaan lebih baik setelah menerima beberapa injeksi Botox ke otot kandung kemih dalam kurun waktu satu tahun. Urin yang tidak bisa dikendalikan adalah umum di antara bagi para lansia dan  terjadi setidaknya pada satu dari 10 orang berusia 65 ke atas, seperti yang di ungkapkan Institut Usia Lanjut Nasional di Amerika. Meski demikian, menurut Badan Riset dan Kebijakan Layanan Kesehatan di Amerika, pembengkakan saluran kencing tidak hanya dialami oleh para lansia saja. Orang muda pun kerap juga mengalami hal ini dengan berbagai kondisi. Pria ataupun wanita bisa mengalami kondisi ini. Pada wanita risiko menderita gangguan ini dua kali lipat dibanding pria. Kemungkinan besar karena kehamilan, melahirkan, menopause serta struktur saluran air kencing pada wanita.

Efek Samping dan bahaya Botox:

Efek samping yang umumnya ringan dan bersifat sementara dapat diprediksi dari  adanya kelumpuhan otot dan struktur kimia protein dari molekul, sehingga, secara umum, dalam dua bidang utama dari efek samping berupa kelumpuhan kelompok yang salah otot dan reaksi alergi. Memar di tempat suntikan adalah efek samping bukan dari racun, melainkan cara pemberian.

  • Dalam penggunaan kosmetik mengakibatkan ekspresi wajah yang tidak pantas, seperti kelopak mata terkulai, penglihatan ganda, senyum tidak merata, atau hilangnya kemampuan untuk menutup mata. Hal ini akan hilang dalam sekitar enam minggu.
  • Memar dicegah dengan menerapkan tekanan dokter untuk tempat suntikan, tetapi masih mungkin terjadi, dan akan berlangsung sekitar tujuh sampai 11 hari.
  • Ketika menyuntikkan otot masseter rahang, hilangnya fungsi otot akan berakibat pada hilangnya atau pengurangan kekuatan untuk mengunyah makanan padat. Semua perawatan kosmetik dari durasi yang terbatas, dan hingga enam minggu. Tetapi biasanya Periode yang efektif berlangsung dari dua sampai tiga bulan. Pada dosis yang sangat rendah digunakan untuk pengobatan, toksin botulinum memiliki tingkat yang sangat rendah toksisitas manusia dan hewan.
  • Efek samping lainnya dari penggunaan kosmetik termasuk sakit kepala, disfagia, seperti flu sindrom, penglihatan kabur, mulut kering, kelelahan, reaksi alergi dan pembengkakan atau kemerahan di tempat suntikan
  • Sebuah petisi oleh masyarakat awam ke FDA telah meminta tindakan pengaturan mengenai kemungkinan penyebaran toksin botulinum (Botox, Myobloc) dari tempat injeksi ke bagian lain dari tubuh.
  • Individu yang sedang hamil, memiliki alergi telur atau gangguan neuromuskular disarankan untuk menghindari Botox.
  • Botox menghilangkan atau mengimbangi perasaan emosional dalam situasi tertentu. Itu mungkin karena interaksi kurang antara gerakan otot wajah dan otak. Jika sinyal otot dari wajah ke otak yang basah, Anda kurang mampu membaca emosi. Salah satu cara botox dapat mempengaruhi perasaan emosional adalah dengan meredam relay sinyal dari wajah ke pusat amigdala dan batang otak untuk gairah otonom.
  • Efek botox terhadap gangguan mental dapat melampaui perasaan emosional dengan kemampuan untuk memahami bahasa tentang emosi. Sebuah studi eksperimental menunjukkan penggunaan kosmetik toksin botulinum untuk pengobatan lini glabellar mempengaruhi kognisi manusia. Penelitian oleh Havas dkk terhadap subyek untuk membaca emosi (marah, sedih, senang) kalimat sebelum dan dua minggu setelah suntikan Botox dalam otot corrugator supercilii digunakan dalam mengerutkan kening. Kemampuan membaca kalimat untuk marah dan sedih lebih panjang setelah injeksi dibanding sebelum injeksi, saat membaca kalimat bahagia kali untuk tidak berubah. Temuan ini menunjukkan kelumpuhan otot wajah memiliki efek selektif dalam kognisi manusia, dan menunjukkan Botox menghambat kemampuan untuk memahami bahasa.
  • Berpotensi masuk ke otak Penelitiant terakhir menyebutkan bahwa Botulinum toxin” memutuskan hubungan antara sel-sel saraf dengan merusak protein yang disebut SNAP-25. Gangguan itu melumpuhkan otot yang dikendalikan oleh sel-sel saraf tersebut. Benda yang lumpuh itu memungkinkan para dokter merawat beberapa penyakit seperti “strabismus” (atau mata juling). Operasi plastik juga menggunakan dosis rendah untuk melumpuhkan otot wajah, sehingga garis dan kerutan jadi tak terlihat. Satu tim peneliti Italia meneliti penggunaan potensial lain toksin tersebut: untuk merawat epilepsi. Namun saat mempelajari dampaknya pada tikus yang menderita epilepsi, mereka menemukan bukti mengenai toksin pada kedua sisi otak hewan itu, sekalipun mereka hanya telah menyuntiknya di satu sisi. Dengan menggunakan dosis yang sesuai dengan yang disarankan pada manusia, para peneliti kemudian menyuntikkan “botulinum” ke dalam mata, dagu, dan otak pada tikus normal. Mereka melacak toksin itu –SNAP-25 yang tergantung– untuk melihat di mana dan bagaimana zat tersebut bergerak melewati sistem saraf. Dalam kasus “botulinum” jenis A, jenis yang digunakan pada Botox, mereka mendapati bahwa rongsokan di sepanjang saraf berasal dari tempat suntikan dan di saraf yang berdekatan. Toksin itu bahkan mencapai bagian pangkal otak. Satu bagian penting toksin itu aktif di tempat yang bukan diperuntukkan baginya. Percobaan itu adalah yang pertama yang memperlihatkan bahwa “botulinum” bergerak. Namun beberapa ahli menyanggah larena Botox telah digunakan selama lebih dari 25 tahun dengan sangat sedikit komplikasi, kecuali Anda kelebihan dosis. Ia menambahkan bahwa kemampuan toksin itu untuk menyebar mungkin memiliki sisi positif, sehingga memungkinkan dokter mengobati penyakit yang berpusat di otak seperti epilepsi.
  • Mengancam Jiwa. Bukti bahaya penggunaan botox kembali terungkap setelah jatuhnya beberapa korban meningggal di Inggris belum lama ini.  Dari 16 orang yang terenggut nyawanya akibat dampak suntikan Botox, empat di antaranya adalah remaja belia berusia belasan tahun. Seperti dilaporkan The Sun, suntikan botox telah merenggut nyawa empat remaja berusia 18 tahunan tersebut. Selain mereka, ada 87 orang lainnya yang menjadi korban, namun masih dapat diselamatkan lewat pertolongan medis di rumah sakit. Di Inggris sendiri, tercatat sekitar 55.000 suntikan botox diberikan kepada para pasien dengan berbagai keperluan termasuk perawatan wajah supaya terlihat awet muda. Botox sebenarnya berasal dari racun atau bakteria bernama botulinum toxin type A. Sebuah layanan perlindungan konsumen kini telah mendesak pemerintah untuk menarik obat kosmetik berbahaya tersebut -termasuk versi sejenisnya yakni Myobloc – sekaligus memberi peringatan bahwa obat tersebut dapat menyebabkan kematian. Kelompok Public Citizen dari AS juga melaporkan setidaknya ada 180 laporan  dikirim kepada Food and Drug Administration (FDA) mengenai penggunaan Botox dan Myobloc, yang digunakan pada pengobatan kekakuan leher. Dalam laporan tersebut, botox dapat menimbulkan kematian selain juga gangguan pelemahan pada otot dan kesulitan menelan. Kelompok itu pun meminta pencantuman label peringatan “risiko kematian” pada seluruh botol kemasan botox.  Badan Obat Eropa (European Medicines Agency) yang berbasis di London pada Agustus 2007 mencatat ada 600 kasus efek samping yang buruk akibat perawatan kecantikan yang kian marak digunakan di seluruh dunia ini. Pada 28 kasus, ditemukan adanya korban jiwa.  Di Jerman,the Federal Institute for Medication and Medical Product (semacam badan pengawas obat) menerima 210 laporan kasus yang diduga terkait dengan suntik botox. Lima kasus di antaranya mematikan.The US Food and Drug Administration (FDA) bulan Februari 2008 lalu juga mengingatkan, penggunaan suntik anti kerut ini memiliki dampak yang fatal, yakni kematian. Demikian dilaporkan media di Jerman, Deutsche Welle.
  • Penumpukan bakteri Suntikan yang terus-menerus ini tentu saja bisa menyebabkan penumpukan bakteri botox di wajah.
  • Otot menipis Pemakaian yang berulang juga akan membuat otot-otot wajah menipis. Sehingga otot malah menjadi gampang kendur.
  • Otot wajah kaku dan sulit berekspresi Sistem kerja botox hanya berlangsung sementara, yakni hanya bekerja dalam waktu empat hingga enam bulan. Setelah itu, otot wajah kembali mengerut. Ketika otot kembali normal, suntik botox bahkan dapat meninggalkan dampak negatif pada wajah.  Otot wajah terkadang menjadi kaku dan susah berekspresi
  • Mengganggu otot Suntik botox juga bisa menimbulkan efek samping pada otot. Otot bisa menjadi tidak simetris, bahkan menimbulkan kelumpuhan. Komplikasi lain bila salah dalam penanganan berpotensi menimbulkan kelumpuhan otot.
  • Mengganggu bicara dan makan Suntik botox juga bisa menimbulkan rasa sakit dan memar ringan di sekitar suntikan. Oleh karena itu, lebih baik, jangan melakukan suntik botox di sekitar mulut karena akan mengganggu cara berbicara dan makan.
  • Menurunkan alis mata atau kelopak mata Dampak lainnya juga bisa menurunkan alis mata atau kelopak mata
  • Botox menyebabkan jenis ringan, kebutaan sementara, kognitif terhadap informasi di dunia, informasi sosial tentang emosi orang lain.”
  • mulut kering
  • kesulitan bernafas
  • gangguan bicara
  • kelopak mata terkulai.

 

Supported by

Pain Management Clinic (Klinik Khusus Penanganan Nyeri)

GRoW UP CLINIC JAKARTA Yudhasmara Foundation GRoW UP CLINIC I Jl Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat 10210, phone (021) 5703646 – 44466102 GRoW UP CLINIC II MENTENG SQUARE Jl Matraman 30 Jakarta Pusat 10430, Phone (021) 44466103 – 97730777email : judarwanto@gmail.com   http://growupclinic.com http://www.facebook.com/GrowUpClinic Creating-hashtag-on-twitter@growupclinic

“GRoW UP CLINIC” Jakarta Focus and Interest on: *** Allergy Clinic Online *** Picky Eaters and Growup Clinic For Children, Teen and Adult (Klinik Khusus Gangguan Sulit Makan dan Gangguan Kenaikkan Berat Badan)*** Children Foot Clinic *** Physical Medicine and Rehabilitation Clinic *** Oral Motor Disorders and Speech Clinic *** Children Sleep Clinic *** Pain Management Clinic Jakarta *** Autism Clinic *** Children Behaviour Clinic *** Motoric & Sensory Processing Disorders Clinic *** NICU – Premature Follow up Clinic *** Lactation and Breastfeeding Clinic *** Swimming Spa Baby & Medicine Massage Therapy For Baby, Children and Teen ***
Professional Healthcare Provider “GRoW UP CLINIC” Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation curriculum vitae HP 085777227790 PIN BB 235CF967  Clinical – Editor in Chief : Dr Widodo Judarwanto, Pediatrician email : judarwanto@gmail.com Mobile Phone O8567805533 PIN BB 25AF7035 curriculum vitae   Creating-hashtag-on-twitter: @WidoJudarwanto   www.facebook.com/widodo.judarwanto

Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider
Copyright © 2013, Pain Management Clinic Information Education Network. All rights reserved
About these ads

6 thoughts on “Kenali Manfaat, Efek Samping dan Bahaya Suntik Botox

  1. Wah ngeri juga nih. Mendingan jangan deh… sekarang banyak teknologi berkembang tapi tidak ramah buat manusia, dalam artian berakibat buruk bagi manusia karena berusaha menolak ketentuan Tuhan.

  2. wah…! nggak jadi deh mau botox wajah!’ntar makin parah lagi! soalnya aku pernah kena srok ringan di wajah,dan sdh 7thn blm normal100%.dan masih agak kaku di bgn pipi ,mata,hidung&bibir dan klu sdg ketawa rahang ku kram sampai ke telinga. apa ada cara lainutk mengatasi nya ?

  3. waduhhh ngeri juga ternyata… padahal baru mau nyoba… karena mata sering kedut2 jadi ga nyaman.. & disaranin utk suntik botox biar kedut2 nya hilang.. tapi mending biarin aja deh.. dari pd efek nya kemana2… hadeeehhhh

  4. Saya baru2 ini jg konsultasi ke dokter spkk dan beliau menganjurkan sy utk botox… Stlah membaca artikel diatas rsnya sy hrs berfikir seribu kali utk botox… Efeknya sgt mengerikan

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s